Wednesday, March 11, 2020

Mengatasi Sifat Pemalu dan Sulit Bergaul Pada Anak



Anak jadi pemalu serta susah berkawan pada umur tersendiri, bukan sisi dari perubahan anak, jika anak tumbuh jadi pribadi yang pemalu, karakter itu lebih jadi dari hasil proses belajar dari lingkungannya. Maka buat orang-tua yang mempunyai anak yang pemalu, dianjurkan jangan biarkan anak menyatu dengan karakter itu. Sebaliknya, latih serta dorong anak untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya.


Banyak orang-tua memandang remeh efek dari karakter pemalu pada anak, sebab memang belumlah ada riset ilmiah yang menunjukkan jika anak pemalu akan tetap alami ketidakberhasilan dalam prestasi baik di sekolah atau pekerjaan nanti. Tetapi agar bagaimana juga kadang karakter pemalu dapat mempersulit, khususnya dalam proses evaluasi, sebab dengan anak sulit berkomunikasi dengan orang lain, ini bisa punya pengaruh pada perform mereka di sekolah, contohnya anak jadi takut menanyakan pada guru waktu temukan kesusahan dalam pelajarannya.


Peluang terjelek yang paling di kuatirkan dari karakter pemalu pada anak ini ialah terbentuknya skema menutup diri. Dimana ini, akan membuat mereka makin tutup diri dari lingkungan luar. hingga anak akan merasakan bertambah nyaman bila dia sendiri, tanpa ada mempunyai rekan. Mengakibatkan waktu bergerak dewasa, bukan mustahil dianya tumbuh jadi satu orang yang pemurung serta kesepian.


Karena itu peranan orang-tua sangat penting dalam melatih anak yang pemalu, supaya lebih fleksibel pada lingkungan di luar keluarga pokoknya. Beberapa periset menjelaskan, jika anak yang supel akan tumbuh jadi satu orang yang sehat dengan fisik serta emosional. Karena, memang pada intinya manusia ialah makhluk sosial, yang sama-sama memerlukan keduanya. Jadi mempunyai potensi kontak sosial yang baik, akan memberi dampak positif pada tiap tingkat kehidupan anak, baik saat ini atau di waktu depan.


Langkah pertama yang dapat dikerjakan orang-tua untuk menangani karakter pemalu pada anak yakni dapat dikerjakan saat bicara dengan anak, lakukan selalu untuk memakai kontak mata langsung. Dengan tidak sadar, ini akan menguatkan rasa yakin diri anak. Terdapatnya kontak mata waktu hadapi musuh bicara akan memunculkan keyakinan diri buat satu orang. Tetapi, bila anak tidak nyaman waktu lakukan kontak mata, sampaikan ia untuk bicara sekalian memandang hidung musuh bicaranya. Dengan seringkali latihan semacam ini, makin lama rasa yakin dianya akan bertambah serta tehnik ini tidak diperlukan.


Anda dapat juga memakai cara “one on one” jadi langkah untuk membuat keyakinan sosial. Ini ialah satu cara dimana Anda mengundang seseorang anak lain untuk bermain bersama dengan anak Anda sepanjang beberapa saat. Hal itu mempunyai tujuan supaya mereka kenal keduanya, serta lakukan beberapa pekerjaan untuk tingkatkan potensi bersahabat. Mungkin dengan Anda mengundang rekan Anda yang mempunyai anak seusia dengan si kecil. Lalu, waktu anak dari rekan Anda bertandang, sediakanlah cemilan, buku, mainan, serta biarlah mereka berhubungan dengan alamiah. Dianjurkan untuk meminimalisir interupsi dari orang dewasa. Diluar itu, semestinya jauhkan tv dari anak serta temannya, di dalam bermain, jangan buat jadi televise atau mainan gadget yang lain jadi pilihan bermain buat si anak.


Sesudah cara “one on one” sukses diaplikasikan, seterusnya Anda dapat ajak anak pada lingkungan bermain yang lebih ramai dengan anak sepantarannya, ini pasti melatih anak yang pemalu dikit demi sedikit akan merasakan bertambah nyaman nanti saat bersosial dengan orang yang semakin banyak. Mungkin awalannya, dia akan merasakan kikuk serta menampik untuk masuk, jangan diminta, sebab tiap desakan akan membuat makin menarik diri. Jadi, semestinya Anda membujuknya dengan lembut, sambil masih bertahanlah di ruang bermain itu bersama dengan anak, biarlah dia memerhatikan sekelilingnya. Anak yang pemalu butuh waktu untuk menyesuaikan dengan lingkungannya, salah satunya triknya dengan memperhatikan serta pelajari lingkungan baru itu. Lihat serunya anak lain yang nikmati wahana permainan, akan merangsang emosional anak untuk ingin rasakan hal yang dirasa anak lain. Peluang, dia akan ikut bermain dengan anak yang lain besar sekali, seandainya Anda rajin melatih anak untuk lihat serta mengolah lingkungan sosialnya.


Tidak hanya dilatih berkawan dengan anak sepantarannya, juga bisa dilatih berkawan dengan beberapa anak yang lebih muda dari usianya. Langkah berikut direferensikan oleh beberapa pakar untuk menangani rasa malu pada beberapa anak, dengan mengelompokkan anak pemalu dengan beberapa anak yang usianya lebih muda, otomatis dia akan mengawali pembicaraan serta dengan perasaan akan membuat dia lebih yakin diri sebab ia merasakan lebih dewasa serta dapat membuat perlindungan adik-adiknya.


Serta butuh di ingat, semestinya jadi orangtua jangan memberikan cap anak kita “pemalu”, memberikan cap pemalu pada anak bukan aksi yang pas, sebab anak belum pernah berpikir jika dianya itu pemalu. Jika seringkali disebutkan pemalu, dia pada akhirnya meyakini dianya memang pemalu. Ditambah lagi bila Anda menjelaskan dia pemalu dengan penekanan atau dikit gusar, dengan demikian Anda kirim pesan yang bisa tertangkap oleh si anak jika dia anak “cacat”, walau sebenarnya, anak merasakan normal-normal saja, ini otomatis dapat berefek jelek buat psikologis si anak.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon