Friday, November 8, 2019

Inilah Perbedaan Sirup Jagung, Sirup Glukosa, dan Sirup Fruktosa yang Harus Diketahui



Saat menyimak info nilai gizi pada paket makanan, Anda barangkali sempat temukan sirup jagung, sirup glukosa, atau sirup fruktosa dalam daftar formasnyai. Ketiganya memang adalah pemanis penambahan sebagai sisi dari kandungan gula keseluruhan satu produk. Lalu, apa ketidaksamaan ketiganya?

Kenal sirup jagung serta langkah membuatnya Seperti buah-buahan serta sayuran biasanya, jagung mempunyai kandungan gula. Tetapi, gula pada jagung tidak seperti gula pada mangga, apel, strobery, atau bahan pangan alami lain langsung berasa manis saat dikonsumsi.

Mangga, apel, serta strobery memiliki kandungan gula berbentuk fruktosa. Fruktosa, atau gula buah, mempunyai susunan kimia simpel yang cuma terbagi dalam satu rantai sakarida (rantai gula). Gula alami ini termasuk dalam barisan yang disebutkan monosakarida.

Selain itu, jagung mempunyai gula berbentuk pati. Susunan kimia pati terbagi dalam banyak rantai sakarida yang terhimpun jadi satu susunan besar. Berlainan dengan fruktosa, pati jagung tidak berasa manis terkecuali sudah diproses jadi sirup.

Untuk mendapatkan rasa manis itu, rantai pati jagung yang susah harus di jabarkan dulu jadi rantai sakarida yang lebih simpel. Triknya dengan mencampurkan pati jagung, air, serta enzim alfa-amilase yang dibuat oleh bakteri Bacillus.

Kombinasi itu selanjutnya ditambah lagi dengan enzim gamma-amilase yang dibuat oleh jamur Aspergillus. Proses ini akan menguraikan rantai pati jagung jadi rantai glukosa. Hasilnya ialah sirup jagung dengan rasa yang manis.

Apa sirup glukosa sama juga dengan sirup jagung? Pertama kali, Anda butuh mengerti jika sirup glukosa tidak sama juga dengan gula pasir, gula cair, atau glukosa yang ada di darah. Sirup glukosa ialah pemanis penambahan, seperti dalam sirup jagung serta sirup fruktosa.

Sirup glukosa digunakan jadi pengental serta pengunci kelembaban pada beberapa produk komersial. Anda bisa menemukannya pada permen serta makanan manis lain, bir, bahan kue instant, fondant, dan makanan kalengan.


Prinsip pengerjaan sirup glukosa pada intinya sama juga dengan pengerjaan sirup jagung. Pati dengan rantai sakarida yang susah di jabarkan lewat proses hidrolisis sampai jadi rantai glukosa simpel dengan rasa manis.

Bedanya, bahan baku pengerjaan sirup glukosa dapat bermacam. Dari mulai kentang, singkong, jelai (barley), gandum, serta yang paling umum, jagung. Dalam kata lain, sirup jagung sebetulnya adalah salah satunya type sirup glukosa.

Di lain sisi, sirup glukosa belum pasti sirup jagung. Cap ‘sirup glukosa’ atau ‘sirup fruktosa’ yang Anda lihat bisa bukan datang dari jagung.

Lalu, apakah itu sirup fruktosa? ‘Sirup fruktosa’ pada paket produk umumnya mengacu pada sirup jagung tinggi fruktosa (high fructose corn syrup/HFCS). Proses pengerjaan HFCS awalannya sama juga dengan sirup jagung biasa, yaitu menguraikan pati jagung jadi glukosa.

Tetapi, prosedurnya tidak berhenti sampai disana. Produsen kembali memberikan tambahan enzim untuk mengubah glukosa pada sirup jagung jadi fruktosa. Proses ini mempunyai tujuan supaya sirup jagung mempunyai rasa manis yang mirip gula pasir.

Sumber: Dr. Hyman Sirup jagung, sirup glukosa, dan fruktosa yang ada dalam pemanis penambahan pada intinya mempunyai banyak manfaat. Bukan sekedar memberi rasa manis, sirup glukosa serta dapat membuat ketahanan makanan jadi lebih lama.

Meskipun begitu, mengonsumsi pemanis penambahan terlalu berlebih diduga dapat tingkatkan efek diabetes type 2, obesitas, dan naiknya cholesterol darah. Masih batasi mengonsumsi semua makanan yang memiliki kandungan beberapa pemanis ini supaya kesehatan Anda selalu terbangun.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon