Sunday, October 20, 2019

Inilah Sindrom Post Holiday Yang Harus Di Hindari Usai Liburan

Siapa yang tidak senang dengan berlibur. Masalahnya cuma di waktu berlibur Anda dapat memaksimalkannya untuk santai serta beristirahat.

Tetapi, ada satu hal yang sekurang-kurangnya menyenangkan dari berlibur. Ya, waktu berlibur harus selesai, bawaannya juga jadi murung serta gelisah.

Seandainya dapat memutar waktu, pasti Anda ingin sekali kembali pada saat liburan serta memperpanjangnya? Bila Anda merasakan terkejut, murung, serta stres sesudah berlibur, bisa saja Anda terserang sindrom post holiday blues. Tidak yakin? Baca penjelasan yang dikumpulkan Hello Sehat.

Kenal Sindrom Post Holiday Blues
Walau beberapa orang menegur libur panjang dengan penuh suka ria, nyatanya ada pula yang malah memandang berlibur hanya pembawa rasa sedih. Masalahnya musim berlibur ialah waktu Anda dapat bergabung dengan keluarga serta teman dekat.

Tetapi, nyatanya kebahagiaan ini hanya sekejap. Selesai berlibur, Anda harus mulai membereskan beberapa barang tersisa berlibur, rasakan capek, serta tidak siap hadapi fakta untuk kembali kerja keesokan hari.

Ini dapat disebutkan dengan sindrom post holiday blues, yakni keadaan emosional yang dirasa sesudah nikmati berlibur. Sebagai pemicu Anda merasakan murung bisa saja sebab dua hal: merasakan berlibur Anda benar-benar menyenangkan, atau Anda cuma ingin berada di saat liburan dibanding kembali kerja.

Sindrom ini seperti dengan seasonal affective disorder (SAD), yakni masalah emosional yang berlangsung pada saat-saat tersendiri. Ini sama seperti dengan sindrom sesudah menikah yang merasakan ‘kaget’ waktu euforia pernikahan selesai. Karena itu tidak bingung banyak yang rasakan murung atau stres sesudah berlibur.

Yang Berlangsung pada Otak waktu Sindrom Post Holiday Blues
Diambil dari The New Daily, psikolog dari San Fransisco Dr. Melissa Weinberg menjelaskan, waktu Anda alami berlibur yang menyenangkan, sebetulnya itu hanya ilusi yang dibikin oleh otak.

Seburuk apa pun pengalaman berlibur Anda, otak cuma akan merekam sisi yang Anda nikmati daripada kejadian buruk.

Entahlah Anda nikmati ataukah tidak saat liburan, otak akan terima jika berlibur telah dilalui. Masalahnya otak direncanakan untuk merekam beberapa pekerjaan yang dikerjakan dengan berkelanjutan, seperti rutinitas kerja yang seharian Anda kerjakan. Terhitung waktu liburan, keadaan emosional Anda akan terlatih untuk nikmati istirahat.

Jadi, waktu kembali hadapi pekerjaan, otak Anda akan ‘kaget’ serta kembali sesuaikan sesudah kondisi sesudah beralih. Apa yang Anda alami ini adalah normalisasi pascaliburan.

Apa Sinyal Stres Sesudah Berlibur?
Tanda-tanda sindrom post holiday blues sebetulnya seperti dengan stres biasa, salah satunya sakit kepala, insomnia, resah, menambahkan atau penurunan berat tubuh, agitasi, serta kegiatan motorik yang berlebihan karena kemelut

Untungnya sindrom ini bukan suatu hal yang butuh di kuatirkan. Karena, sindrom ini tidak berjalan lama, cuma di minggu awal pascaliburan.

Tetapi buat beberapa orang, ini dapat berjalan lama sampai memerlukan konseling serta suport keluarga untuk menanganinya.

Panduan Tangani Sindrom Post Holiday Blues
Untuk menangani sindrom post holiday blues (rasa murung serta stres sesudah berlibur), ada banyak panduan yang bisa Anda kerjakan, seperti berikut:

1. Istirahat
Merasakan capek selesai berlibur membuat Anda melihat fakta jadi hal yang suram. Nah, Anda dapat menanganinya dengan menyempatkan diri untuk enjoy serta lakukan me-time dengan membaca buku atau melihat film. Ini dapat memberi udara fresh sebelum jalani hari baru saat berlibur.

2. Latihan pernafasan
Menurut Anna Hamer, seseorang psikolog, desakan untuk mengawali rutinitas baru bisa diminimalkan dengan olah pernafasan. Tarik napas dalam-dalam dengan pernafasan perut, bebaskan napas panjang sekalian ucapkan mantra positif. Anda dapat juga sekalian memikirkan lokasi untuk berlibur favorite Anda. Ini akan menolong Anda kembali pada kondisi yang tenang serta penuh daya untuk mengawali kegiatan.

3. Lihat konsumsi makanan
Sepanjang berlibur, umumnya Anda makan kebanyakan sesuka hati Anda. Menurut Dr. Eric Hollander, Direktur Program Compulsive, Impulsive, and Anxiety Disorder dari Mount Sinai School of Medicine di New York, merekomendasikan supaya kembali jaga gaya hidup sehat selesai liburan.

Tersebut beberapa nutrisi yang baik untuk Anda mengonsumsi:

Asam Amino
Makanan yang memiliki kandungan asam amino tryptophan sama dengan unggas, brokoli, susu, keju, daging rendah lemak, telur, serta kacang kedelai bisa menyebabkan produksi serotonin yang dapat memberi sensasi nyaman, tenang, serta santai pada otak.

Karbohidrat
Mengonsumsi karbohidrat bisa membuat pemikiran jadi lebih tenang sebab terdapatnya kandungan gula yang menggerakkan asam amino tryptophan ke otak dengan cepat. Serotonin berikut yang memberi rasa nyaman pada badan.

Mineral dan vitamin
Nutrisi penting yang lain seperti kalsium, magnesium, zinc, serta asam lemak omega berguna untuk membuat protein, vitamin C, E, serta B kompleks, dan zat besi. Beberapa jenis mineral dan vitamin ini yang dapat membuat Anda lebih santai serta konstan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon